Kabar Harapan
  • Home
  • Berita Terkini
  • Berita Populer
  • Jaga Negeri
  • Berita Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Terkini
  • Berita Populer
  • Jaga Negeri
  • Berita Opini
No Result
View All Result
Kabar Harapan
No Result
View All Result
Home Berita Terkini

ETLE Cata Ribuan Pelanggaran pada Hari Perdana Operasi Zebra 2025

Geralda Talitha by Geralda Talitha
November 18, 2025
in Berita Terkini
0
Kakorlantas Polri
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kabarharapan.com – Pelaksanaan Hari Pertama Operasi Zebra 2025, yang dimulai pada Senin 17 November 2025, berlangsung dengan ritme yang stabil di seluruh wilayah Indonesia.

Operasi ini menjadi langkah penting dalam menciptakan keselamatan jalan jelang meningkatnya aktivitas masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru. Seluruh satuan wilayah melaksanakan kegiatan secara serentak, terarah dan mengikuti rencana operasi yang telah ditetapkan.

Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa pelaksanaan hari pertama menunjukkan kesiapan jajaran Polantas dalam menjalankan operasi dengan pendekatan yang menempatkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas.

Beliau menegaskan bahwa Operasi Zebra adalah momentum untuk memperkuat disiplin berlalu lintas melalui rangkaian kegiatan edukatif, preventif dan penegakan hukum yang objektif. Setiap personel diarahkan untuk hadir dengan sikap yang informatif dan mampu memberikan pemahaman yang jelas kepada masyarakat.

Kakorlantas menekankan bahwa pelaksanaan Operasi Zebra tahun ini berlandaskan penggunaan data aktual untuk menentukan lokasi pengawasan, pola patroli serta bentuk kegiatan penegakan hukum.

Beliau menyampaikan bahwa keberhasilan operasi bergantung pada ketepatan analisis situasi lapangan dan kemampuan jajaran dalam menerjemahkan instruksi menjadi kegiatan operasional yang efektif.

Edukasi Keselamatan Tercatat dalam Skala Sangat Besar

Kegiatan preemtif pada hari pertama menunjukkan intensitas yang sangat tinggi dan melibatkan masyarakat dari berbagai lapisan.

Laporan H1 mencatat terdapat 3.934 kegiatan himbauan langsung yang dilaksanakan di jalan raya, sekolah, kampus, pusat perbelanjaan, kawasan industri dan berbagai titik aktivitas masyarakat lainnya.

Setiap kegiatan dilakukan dengan pendekatan yang ramah dan persuasif agar pesan keselamatan dapat diterima secara menyeluruh. Penyebaran materi edukasi ikut diperkuat melalui pembagian 83.080 leaflet dan stiker keselamatan.

Materi tersebut memuat pesan mengenai etika berkendara, tata cara menyeberang yang aman, kewajiban menggunakan helm standar, pemahaman marka jalan dan kewaspadaan terhadap kecepatan.

Dengan jumlah penyebaran yang besar, materi edukatif ini memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kesadaran masyarakat di hari pertama. Selain kegiatan tatap muka, edukasi keselamatan juga diperluas melalui ruang digital.

Terdapat 50.797 publikasi di media sosial dan media massa yang menampilkan konten keselamatan, ajakan tertib berlalu lintas dan informasi mengenai pelaksanaan operasi.

Publikasi ini menjangkau masyarakat dalam skala luas, terutama generasi muda yang aktif menggunakan platform digital sebagai sumber informasi harian.

Pengawasan dan Penjagaan Ruang Jalan Menjadi Fokus Utama

Kegiatan preventif menjadi bagian penting dalam menjaga dinamika lalu lintas pada hari pertama. Total 43.370 kegiatan pengaturan, penjagaan dan pengawalan dilaksanakan untuk memastikan arus kendaraan berjalan lancar pada jam sibuk dan tetap aman sepanjang hari.

Pengawasan dilakukan di titik rawan yang telah dipetakan berdasarkan anev lalu lintas serta pengalaman operasional pada tahun tahun sebelumnya. Personel hadir pada persimpangan padat, jalur non tol, kawasan pendidikan, terminal, area perkantoran, pasar dan pusat keramaian lainnya.

Pada pagi hari, petugas mengatur arus kendaraan pada jam berangkat kerja dan sekolah. Siang hari difokuskan pada area publik dengan mobilitas tinggi, sedangkan malam hari diarahkan pada lokasi yang memiliki potensi menjadi titik kumpul remaja atau area yang rawan digunakan untuk aktivitas yang berbahaya.

Selain menjaga arus lalu lintas, personel melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas keselamatan jalan seperti rambu, marka, dan lampu penerangan.

Pemeriksaan ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh elemen pendukung keselamatan berfungsi dengan baik. Setiap temuan lapangan dicatat dan dikoordinasikan dengan instansi terkait agar langkah perbaikan dapat segera dilakukan.

Penegakan Hukum Menggunakan Teknologi dan Selektif Prioritas

Penegakan hukum pada hari pertama menunjukkan penggunaan teknologi yang kuat dan pola tindakan yang terarah.

Sistem ETLE mencatat 6.753 pelanggaran melalui kamera statis, sedangkan perangkat ETLE mobile menghasilkan 4.937 bukti pelanggaran. Mekanisme ini meningkatkan objektivitas penindakan dan memperkecil kemungkinan terjadinya interaksi yang tidak diperlukan di lapangan.

Selain ETLE, terdapat 623 tindakan tilang manual yang dilaksanakan pada lokasi yang belum terjangkau perangkat elektronik tetapi memiliki karakteristik risiko keselamatan yang tinggi.

Selain tindakan tilang, terdapat 21.145 teguran yang diberikan kepada pengendara sebagai langkah pembinaan langsung di lapangan.

Teguran ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai kesalahan yang dilakukan dan mendorong perubahan perilaku berkendara. Jika dihitung secara keseluruhan, total pelanggaran di seluruh Indonesia pada hari pertama mencapai 17.169 perkara.

Pelanggaran oleh pengendara roda dua mencakup penggunaan helm yang tidak sesuai ketentuan, pelanggaran marka, melawan arus, pengemudi di bawah umur dan aktivitas balap liar.

Pada roda empat, pelanggaran didominasi oleh ketidakpatuhan terhadap sabuk keselamatan, penggunaan ponsel saat mengemudi dan tidak mematuhi rambu. P

ola ini menunjukkan bahwa perilaku berkendara masih menjadi faktor dominan yang mempengaruhi keselamatan, sehingga edukasi dan pengawasan tetap menjadi prioritas.

Penanganan Laka Lantas pada Hari Pertama

Pada hari pertama Operasi Zebra, tercatat 46 kejadian kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah Indonesia. Dari kejadian tersebut terdapat empat korban meninggal dunia, empat belas korban luka berat, dan lima puluh tiga korban luka ringan.

Nilai kerugian material mencapai Rp 224.450.000, yang mencerminkan dampak ekonomi yang ditimbulkan dari kejadian-kejadian tersebut. Kejadian laka banyak ditemukan di ruas non tol dengan karakteristik jalur dua arah dan tingkat kepadatan tinggi.

Faktor manusia menjadi komponen yang sering muncul dalam analisis awal, termasuk kurangnya kewaspadaan, kecepatan yang tidak sesuai dan perubahan arah secara tiba-tiba.

Seluruh kejadian telah ditangani oleh jajaran lalu lintas melalui evakuasi korban, pengamanan lokasi dan dokumentasi untuk penyidikan lebih lanjut. Kakorlantas mengarahkan jajaran agar setiap kejadian kecelakaan dipetakan secara teliti untuk menentukan lokasi prioritas pada hari-hari berikutnya.

Beliau menyampaikan bahwa keselamatan adalah tujuan utama pelaksanaan operasi dan setiap langkah harus menghasilkan pengurangan risiko bagi masyarakat yang beraktivitas di jalan raya.

Seluruh Wilayah Melaporkan Situasi Kondusif Tanpa Kejadian Menonjol

Laporan H1 menunjukkan bahwa tidak terdapat gangguan menonjol yang menghambat pelaksanaan Operasi Zebra 2025 di seluruh wilayah Indonesia.

Situasi ini mencerminkan kesiapan satuan wilayah dalam mengelola operasi dan menjalankan tugas sesuai rencana.

Korlantas terus memantau seluruh kegiatan melalui sistem pelaporan harian yang digunakan untuk analisis situasi serta evaluasi harian.

Stabilitas operasi pada hari pertama menjadi modal penting untuk menjaga ritme pelaksanaan operasi hingga 30 November 2025.

Dengan situasi yang kondusif, jajaran dapat melanjutkan kegiatan hari kedua dan seterusnya dengan pola pengawasan yang lebih tajam berdasarkan temuan lapangan hari pertama.

Arah Kebijakan Kakorlantas: Penurunan Fatalitas Menjadi Fokus Nasional

Dalam arahannya, Kakorlantas menegaskan bahwa seluruh kegiatan Operasi Zebra diarahkan pada peningkatan keselamatan masyarakat.

Beliau menyampaikan bahwa indikator keberhasilan tidak terletak pada jumlah penindakan, melainkan pada kemampuan operasi menurunkan kecelakaan dan fatalitas.

Penurunan fatalitas akan terus dipantau setiap hari sebagai ukuran keberhasilan operasional. Kakorlantas menginstruksikan agar jajaran memperkuat edukasi kepada kelompok usia muda, pengguna sepeda motor dan kelompok rentan seperti pejalan kaki.

Beliau juga menekankan pentingnya kehadiran personel pada titik rawan dan jam yang memiliki intensitas kendaraan tinggi. Sikap personel dalam berinteraksi dengan masyarakat harus menjadi contoh yang baik dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas.

Operasi Zebra Menjadi Dasar Kesiapan Menuju Operasi Lilin 2025

Hari pertama Operasi Zebra 2025 menjadi bahan evaluasi awal dalam menyusun kesiapan Operasi Lilin 2025.

Data mengenai pelanggaran, kecelakaan, kepadatan arus dan lokasi rawan menjadi bahan analisis untuk memperkuat strategi pengamanan akhir tahun.

Korlantas menekankan agar laporan harian disampaikan secara lengkap agar pola analisis dapat dilakukan secara akurat.

Dengan pelaksanaan hari pertama yang stabil, Operasi Zebra 2025 berada pada jalur yang tepat untuk memberikan kontribusi signifikan terhadap keselamatan masyarakat.

Ritme operasi akan terus dijaga agar pelaksanaan pada hari-hari berikutnya semakin efektif dan berdampak pada penurunan risiko kecelakaan nasional.

Penutup Kakorlantas Polri mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung jalannya Operasi Zebra 2025 dengan menaati peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara.

Beliau menyampaikan bahwa keselamatan merupakan hasil kerja bersama antara aparat dan masyarakat.

Korlantas berkomitmen melaksanakan operasi ini secara profesional, humanis dan konsisten demi menjaga keamanan seluruh pengguna jalan di Indonesia

Tags: ETLEKakorlantasKorlantasoperasi zebra 2025
Previous Post

Ahli Hukum Prof Juanda Tegaskan Batas Penugasan Polri Pasca Putusan MK No.114/PUU-XXIII/2025

Next Post

Hari Kedua Operasi Zebra 2025: Pengawasan di Titik Rawan Meningkat Drastis

Next Post
Kakorlantas Polri

Hari Kedua Operasi Zebra 2025: Pengawasan di Titik Rawan Meningkat Drastis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POPULAR NEWS

  • Ramadhan 2026

    Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Resmi Idul Fitri 1447 H

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cegah Macet, Polri Perpanjang One Way Lokal Jika Arus Balik Padat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT Qudo Buana Nawakara Dukung Korlantas Edukasi Taruna AKPOL Lewat Sosialisasi Aplikasi Silancar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Korlantas Polri dan Kemenhub Bersinergi dengan Media Amankan Nataru 2025/2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PT Qudo Buana Nawakara Hadirkan Musik AI untuk Mudik Aman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Home
  • Berita Terkini
  • Berita Populer
  • Jaga Negeri
  • Berita Opini
© 2025 Copyright KabarHarapan Team All Rights Reserved
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita Terkini
  • Berita Populer
  • Jaga Negeri
  • Berita Opini

© 2025 Copyright KabarHarapan Team All Rights Reserved