KabarHarapan.com – Setiap tanggal 1 Oktober, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila, sebagai penghormatan sekaligus pengingat terhadap betapa pentingnya nilai-nilai dasar negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Peringatan ini lahir dari tragedi Gerakan 30 September 1965 (G30S) yang menyebabkan gugurnya sejumlah perwira tinggi TNI AD. Setelah konflik tersebut berhasil diredam, negara kemudian menetapkan 1 Oktober sebagai simbol “kesaktian” Pancasila — bahwa ideologi negara tak bisa digantikan oleh paham atau kekuatan lain.
Pada 27 September 1967, Presiden Soeharto mengesahkan Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967 yang menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila secara resmi.
Makna dan Relevansi di Tahun 2025
Peringatan ini tidak sekadar ritual tahunan. Di era modern, Hari Kesaktian Pancasila membawa beberapa makna penting:
- Menghormati Pahlawan Revolusi yang gugur demi mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.
- Meneguhkan ideologi Pancasila agar tetap hidup dalam pikiran, sikap, dan tindakan setiap warga negara.
- Memperkuat persatuan dan kesatuan di tengah keragaman etnis, agama, dan budaya—bahwa Pancasila berfungsi sebagai perekat bangsa.
- Menjadi benteng terhadap ideologi antitesa yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Untuk tahun 2025, tema yang diusung adalah “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”. Tema ini menggarisbawahi bahwa Pancasila bukan hanya simbol, tetapi pilar yang harus dirawat agar bangsa tetap solid dalam menghadapi tantangan zaman.
Jadwal & Tata Upacara
Pada tahun 2025, upacara pusat akan digelar di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Detail upacara:
- Hari/Tanggal: Rabu, 1 Oktober 2025
- Waktu: mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai
- Pakaian: pejabat sipil memakai pakaian sipil lengkap, pegawai wanita memakai pakaian nasional, sedangkan TNI/POLRI menggunakan pakaian dinas upacara.
Susunan upacara meliputi persiapan, pengibaran bendera, laporan dan sambutan inspektur upacara, pembacaan ikrar, dan peninjauan monumen.
Perlu dicatat bahwa Hari Kesaktian Pancasila tidak termasuk dalam daftar hari libur nasional atau cuti bersama resmi di Indonesia. Dengan demikian, meskipun penting sebagai momen refleksi ideologi, aktivitas pemerintahan dan swasta tetap berjalan seperti biasa.
Peringatan ini juga menjadi momen strategis untuk memperkuat pendidikan kebangsaan di sekolah, instansi pemerintah, dan masyarakat luas. Pengukuhan ideologi negara lewat Hari Kesaktian Pancasila sangatlah penting agar generasi muda tidak tercerabut dari akar nilai bangsa.
Kegiatan pendukung dapat meliputi diskusi, lomba cipta puisi atau esai tentang Pancasila, pemutaran film dokumenter sejarah, hingga upaya kreatif digital seperti kampanye media sosial tentang nilai sila-sila Pancasila.


