Kabarharapan.com – Kontingen Indonesia menutup partisipasinya pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand dengan hasil membanggakan. Indonesia berhasil menempati peringkat kedua klasemen akhir setelah mengoleksi total 392 medali, yang terdiri atas 135 emas, 143 perak, dan 114 perunggu. Capaian tersebut tidak hanya melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah, tetapi juga mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama olahraga disabilitas di kawasan Asia Tenggara.
Keberhasilan Indonesia di ajang dua tahunan ini menjadi cerminan dari proses pembinaan yang semakin terarah dan berkelanjutan. Sepanjang kompetisi, para atlet menunjukkan performa konsisten, daya juang tinggi, serta kedisiplinan dalam bertanding. Hasil tersebut sekaligus menegaskan bahwa program pembinaan atlet disabilitas nasional berada pada jalur yang tepat dan terus mengalami peningkatan kualitas.
Kepulangan kontingen Indonesia disambut langsung oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah. Dalam kesempatan tersebut, pemerintah menyampaikan apresiasi atas perjuangan seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang telah mengharumkan nama bangsa melalui prestasi di ASEAN Para Games 2025.
Taufik Hidayat menegaskan bahwa pencapaian peringkat dua ini merupakan hasil kerja kolektif yang melibatkan banyak pihak. Mulai dari atlet yang berjuang di arena pertandingan, pelatih yang mendampingi proses latihan, hingga sistem pembinaan yang terus diperkuat secara berkesinambungan. Menurutnya, semangat juang dan disiplin para atlet menjadi modal penting untuk membawa prestasi olahraga disabilitas Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Dalam pernyataannya, Taufik juga menyampaikan apresiasi dari Presiden Prabowo Subianto serta Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Pemerintah, kata dia, berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pengembangan olahraga disabilitas sebagai bagian integral dari strategi peningkatan prestasi olahraga nasional. Dukungan tersebut mencakup pembinaan jangka panjang, peningkatan fasilitas, serta penguatan kesejahteraan atlet.
Sementara itu, Ketua Umum National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun, menilai bahwa keberhasilan Indonesia di ASEAN Para Games 2025 tidak semata-mata diukur dari jumlah medali yang diraih. Lebih dari itu, peningkatan kualitas atlet tercermin dari berbagai rekor yang berhasil dipecahkan selama kompetisi berlangsung.
Senny mengungkapkan bahwa kontingen Indonesia mampu mencatatkan 25 rekor ASEAN Para Games dan satu rekor Asia. Pencapaian tersebut menjadi indikator nyata efektivitas pembinaan yang dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Ia juga menambahkan bahwa dukungan pemerintah sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan pertandingan berperan besar dalam menjaga performa atlet di level internasional.
Dengan hasil ini, Indonesia tidak hanya mempertahankan reputasinya sebagai kekuatan olahraga disabilitas di Asia Tenggara, tetapi juga memperkuat fondasi menuju prestasi yang lebih tinggi pada ajang internasional berikutnya.


